Selamat Jalan Kak Sahabat, Kau Letakkan Semangat NU di Dada Kami
PERTEMUAN: Khairul Anwar (baju merah, tengah) saat menyertai kegiatan PAC IPNU-IPPNU Pakong di Bukit Brukoh, Desa Bajang pada 4 Desember 2016 silam.
Awal tahun 2016, saya kedatangan seseorang. Saat itu, saya tidak sedang berada di rumah. Karena tidak bertemu, seseorang itu menghubungi saya via telepon. Suaranya lirih dan santun. Di telepon itu saya tahu, dia bernama Khairul Anwar.
Sebagai orang yang baru pindah dari Sumenep ke Desa Somalang, Pakong, Pamekasan saat itu, saya buta. Tidak mengenal banyak orang. Tentu, perkenalan di telepon saat itu tidak cukup. Kita pun bertemu langsung.
Saat itulah, saya mengenal Khairul Anwar--laki-laki yang kemudian akrab sekali saya panggil Kak Khairul. Sebagai orang yang lebih tua, dia tidak menjaga citra dirinya di depan saya yang jauh lebih muda. Sejak pertemuan pertama itu, dia bersikap sebagai teman. Teman yang baik.
Pada perjumpaan pertama itu pula, kita pun langsung akrab. Sikapnya lembut. Berbicaranya pelan. Dia murah senyum. Menambah momen keakraban. Dia pun menyampaikan keinginannya untuk menghidupkan IPNU dan IPPNU Kecamatan Pakong. Generasi pelajar NU di Pakong yang saat itu vakum. Dia meminta saya menjadi ketua PAC IPNU Pakong.
Saat itu, saya tidak banyak menggubris dari mana dia tahu saya. Sebab, saat itu saya orang baru. Kemudian, mana mungkin saya bisa menghidupkan Ikatan Pelajar NU di Pakong sementara saya orang baru.
Namun Kak Khairul optimis. Dia memotivasi saya. Memberi semangat dan bisa dikatakan sepenuh waktu membimbing. Di mana saya ada perlu dan butuh gagasannya, dia selalu siap bertemu dan berdiskusi. Saya pun sering bermain ke kediamannya di Desa Seddur kala itu.
Akhirnya, IPNU dan IPPNU Pakong mulai bergeliat saat itu. Saya mulai berjalan. Mencari anggota. Saya mendatangi Abd. Kholisin. Ketua IPNU Pakong saat ini (2021). Kemudian kita pun berjalan bersama. Mencari anggota. Termasuk mencari ketua dan anggota untuk IPPNU.
Pada 13 November 2016, PAC IPNU-IPPNU Pakong resmi dilantik. Itu karena motivasi Kak Khairul. Bimbingannya. Termasuk sumbangan tenaganya ikut nimbrung bersama kami saat itu tanpa lelah. Setiap kali ada agenda rapat atau pertemuan biasa, dia selalu hadir. Menyertai kami.
Bahkan, kehadiran dia, seolah-olah adalah kehadiran dirinya sebagai anggota IPNU itu sendiri. Sebagi rekan. Itulah cara dia mengawali geliatnya IPNU-IPPNU saat itu. Jika tidak demikian, kami yang buta saat itu tidak akan bisa tahu arah menghidupkan IPNU.
Bahkan, saya--dan Abdul Kholisin--masih ingat, sebelum pelantikan IPNU-IPPNU Pakong pada tanggal 13 November 2016 itu, Kak Khairul menyertai kami ikut Makesta yang diselenggarakan PC IPNU--IPPNU di Kecamatan Larangan pada 27 Agustus 2016.
Kak Khairul, adalah teman baik. Senior yang memposisikan sebagai teman baik. Yang membuat kadernya tidak sungkan berdiskusi dan menuangkan gagasannya. Yang membuat kadernya bisa mencari pola pengembangan organisasinya.
Dia, juga sosok yang selalu semangat. Untuk urusan Nahdlatul Ulama. Jiwanya selalu terpanggil bila menyebut Nahdlatul Ulama. Selalu bersemangat ketika mendengar isu-isu ke-NU-an. Dan dia selalu memanggil kader-kader NU dengan sebutan sahabat. Sehingga dia juga akrab dipanggil Kak Sahabat.
Dan karena Kak Khairul saat itu, saya pun terus menemui jalan untuk terus aktif di NU Pakong sampai saat ini. Dialah salah satu sosok yang melekatkan NU di dada saya. Bahkan juga mungkin di dada rekan-relan IPNU-IPPNU saat itu.
Sekitar Senin, 26 April, Kak Khairul masuk ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Seorang teman mengabarkan, dia mengalami gangguan pernapasan. Dia kesulitan bernapas dan saat itu napasnya terengah-engah dan membutuhkan alat bantu.
Pada 4 Mei, Kak Khairul dibawa pulang ke rumahnya. Namun kondisinya kembali memburuk. Sehingga dia dirujuk kembali ke RSUD. Pada tanggal 5 Mei, kondisinya tak kunjung membaik. Pada Kamis, 6 Mei, sekitar pukul 01.02 WIB, Kak Khairul menghembuskan napas terakhirnya.
Selamat jalan, Kak. Terima kasih untuk segala didikannya, dedikasinya dan motivasinya. Semoga amal baikmu diterima di sisi Allah SWT.
Ongky Arista UA
Somalang, 6 Mei 2021


Posting Komentar untuk "Selamat Jalan Kak Sahabat, Kau Letakkan Semangat NU di Dada Kami"