Perempuan Dirantai Kekerasan

Pada dasarnya kelembutan,kasih sayang,perasaan dan keindahan adalah sifat dasar dari seorang perempuan. Perempuan adalah sosok manusia yang lemah lembut dan jauh dari kata kekerasan, perempuan harus di jaga dan diberi kasih sayang yang lebih, Karna seorang perempuan memiliki peran yang penting dalam semua aspek kehidupan, Ketika ia menjadi seorang putri, Disaat ia menjadi seorang istri, Serta ketika ia menjadi seorang ibu, dan setiap hubungan yang ia jalani ia memiliki sebuah hak, untuk disayang, dijaga dan dilindungi, seorang perempuan sangat rentan dan mudah untuk di rusak,namun lain cerita dengan ‘’ERIKA ADELIA PUTRI’’ ia tidak pernah mendapatkan haknya sebagai seorang putri ,kehidupannya begitu menyakitkan ,setiap hari selalu penuh dengan kekerasan yang ia rasakan cacian, hinaan itu semua sudah terbiasa untuknya, Hatinya bagaikan batu yang sudah takpeduli dengan keadaan,ia hanya bisa merasakan kebahagiaan bila berada di lingkungan sekolah,rumah telah menjadi neraka yang nyata untuknya’’di mana kebahagiaan yang seharusnya aku rasakan,aku pantas bahagia ,tersenyum dengan bebasnya seperti mereka’’jerit hati erika dengan pilu namun semuanya telah terlambat.
      ‘’Erika....’’ ucap guru BK pak.hendra yang terlihat jengkel dengan kelakuan muridnya tersebut,setelah namanya di sebut erika terdiam seribu bahasa.
         ‘’kamu ngak capek,terus-terusan ngelanggar peraturan di sekolah,sekarang kamu berani bolos di waktu pelejaran kepala sekolah’’ucap pak.hendra tak percaya,biasanya murid akan lebih aktif di waktu pelajaran kepala sekolah agar mendapat kesan yang baik,namun hal ini tak berlaku bagi kehidupan erika.
       ‘’udah lah pk,kalau bapak beneran mau hukum saya silahkan,ngak usah pakek ceramah’’ jawab erika dengan nada santai.
       ‘’kamu berani ngebantah bapak,lihat nanti bapak bakalan panggil orang tua kamu’’ ucap pak hendra dengan kemarahan yang memuncak.
       ‘’mau dipanggil seribu kalipun,orang tua saya ngak akan datang’’jawab erika dengan nada meremehkan 
     ‘’sekarang kamu ikut bapak keruang BP/BK, bapak akan panggil semua guru untuk ngurusin masalah kamu’’
    Pak hendra berjalan ke arah ruang BP/BK bersama erika yang membuntutinya dari belakang,sebenarnya ini bukan pertama kali erika pergi ke ruang BP/BK,sudah ke sekian kalinya ia masuk ke ruang BP/BK,sehingga tak ada rasa takutpun dalam hati erika ketika memasuki BK,semua mata guru tertuju padanya,ia langsung duduk di tempat yang sudah sering ia duduki.
   ‘’erika adelia putri’’ucap pk.yanto dengan tegas, sebagai kepala sekolah
   ‘’sekarang kamu sudah tidak bisa diatur, apa ini yang orang tua kamu ajarkan’’ hardik pak. yanto kepada erika.
Erika yang mendengar orang tuanya di sebut langsung merasakan emosi yang begitu besar,ia tidak terima jika orang tuanya di salahkan atas tindakanya,karna ini semua adalah kesalahan ayah tiri erika yan selalu bersikap kasar sejak ibunya meninggal menyusul ayahnya.
    ‘’jangan pernah bapak menyebut orang tua saya dalam masalah ini,mereka tidak bersalah’’ucapnya dengan lantang.
   ‘’jika kamu tidak mau orang tua kamu bapak sebut seharusnya kamu tidak melanggar peraturan sekolah’’ucap pk.yanto menegaskan.
  ‘’saya tidak akan pernah mengikuti peraturan apapun,peraturan sama halnya dengan hukum dan saya sangat membenci apapun yang berkaitan dengan hukum’’ucapnya menjelaskan.
  ‘’hukum di buat untuk keadilan’’jawab pak.yanto.
      Erika hanya tertawa mendengar ucapan pak.yanto menurutnya itu semua hanyalah bualan belaka 
     ‘’ hah.... bapak lucu, jika hukum dibuat untuk keadilan, sekarang dimana keadilan yang bapak ucapkan, hukum di buat hanya untuk hiasan belaka,saya ingin bertanya jika ada seorang perempuan,melakukan perbuatan yang hina,bagaimana pendapat bapak’’
      ‘’bisa di pastikan, perempuan tersebut adalah perempuanyang hina dan tidak memiliki harga diri’’
      ‘’bapak tahu perempuan yang saya bicarakan adalah saya sendiri’’semua guru memandang Erika takpercaya.
      ‘’apakah salah saya, jika orang tua tiri saya memaksa saya untuk melakukanya,apakah salah saya, jika ayah dan ibu saya meninggal dan apakah salah saya, jika saya mendapatkan takdir yang begitu hina’’
    Erika mulai mengingat kejadian ketidak adilan yang sering iya rasakan selama 4 tahun
                    #                                               #                                               #
‘’ayah.... saya tidak mau pergi ketempat itu lagi, saya sudah tidak tahan dengan perlakuan mereka’’ ucap erika dengan isakan.
   ‘’pyar.....’’ iya merintih kesakitan, Pipinya terasa begitu nyeri, Ayahnya memberikan tamparan yang begitu keras,yang menyebabkan pipi Erika langsung memerah.
     ‘’kalau kamu tidak mau melayani mereka kita dapat uang dari mana, Kamu mau makan apa hah’’
    ‘’ayah..... lebih baik erika jadi pemulung , dari pada erika harus menjual harga diri erika’’
   ‘’terus apa gunanya ibu kamu  melahirkan putri yang cantik kayak kamu, seharusnya kamu bisa dong,
Memanfaatkan kecantikan kamu, jadi pemulung itu tidak bisa memenuhi kebutuhan kita”.
“pokoknya.... saya tidak mau pergi”.
“kamu harus dengerin kata-kata ayah”.
    Ayahnya langsung menarik tubuh erika dengan paksa, sekuat apapun erika memberontak kekuatanya tidak sepadan dengan ayahnya.
    Mobil yang membawa erika, berhenti di depan pintu pagar rumah yang cukup mewah, erika langsung di tarik masuk ke dalam, ia di bawa ke sebuah kamar yang cukup luas, ayahnya pergi meninggalkan erika dengan pintu terkunci, seorang gadis berumur 18 tahun di paksa untuk melakukan perbuatan hina, rasa takut seketika menggrogoti jiwa erika, rasanya ia ingin mati saja, menyusul orang tuanya, ia sudah seperti hewan yang tak mempunyai harga diri.
“krek...k” suara pintu terbuka dengan perlahan, ketakutan erika pun semakin menjadi, ia tidak bisa membayangkan semuanya akan terulang kembali keterpurukan sebentar lagi akan ia rasakan, setiap hari kejadian demi kejadian akan menjadi ingatan yang sangat menyakitkan, ia hanya bisa menyesali kehidupan yang tuhan berikan.
 #                                                      #                                             #
mengingat masa lalu samahalnya menggores luka lama. Kesakitan akan selalu ia rasakan, ini yang dinamakan keadilan?. Semuanya terjadi tidak akan sama dengan apa yang kita inginkan.
''Bapak harua tahu,dalam kehidupan saya tidak tidak ada yang namanya keadilan,semua orang hanya menilai keslahan saya namun tidak dengan penderitaan saya,mungkin bapak cuma melihat saya ketika saya tersenyum namun bapak tidak bisa melihat kesakitan yang saya rasakan''kata-kata nya terhenti karna isak tangis, ia sudah taktahan menanggung penderitaan seorang diri.
''saya akan percaya dengan keadilan,jika keadilan ada dalam kehidupan saya,saya ingin seperti orang lain hidup bahagia bersama keluarganya,tapi apa mungkin hal seperti itu bisa terjadi dalam hidup saya''erika langsung pergi meninggalkan ruang BP/BK ,semua guru hanya terdim tanpa kata-kata tak ada satu guru-pun yang sanggup membantah ucapannya,hanya sekarang kisah hidup erika yang sudah lama ia tutupi akhirnya terbongkar. 
Erika pulang dengan membawa sebilah pisau,ia sudah menetapkan sebuah keputusan,untuk mengahiri semua penderitan yang ia rasakan, ia pantas bahagia menikmati masa-masa mudanya dengan senyuman,tepat di depan pintu rumahnya ia menyembunyikan pisau yang sudah ia siapkan,tiba-tiba ayah erika keluar dari kamarnya dengan wajah merah padam melihat putrinya kembali dari sekolah, setelah ia sudah melarangnya untuk sekolah.
‘’dasar kurang ajar...ayah sudah ngelarang kamu buat pergi ke sekolah,tapi kamu masih berani pergi’’ 
‘’pyar...bruk...’’ayah erika mulai memukuli erika tanpa ampun,sekarang kesabaran erika benar-benar hilang,ia langsung menenggelamkan pisau yang ia bawa ke perut ayahnya, suara rintihan ayahnya hanya sementara nyawa ayahnya sudah benar-benar menghilang, Tak ada penyesalan sedikitpun atas tindakanya yang telah membunuh ayah tirinya ,tetangga yang mendenggar keributan di rumah erika langsung menghampiri tempat kejadian,semua orang sangat terkejut ketika melihat tubuh ayah erika tergampar tak bernyawa, erika langsung di tangkap atas tuduhan pembunuhan berencana, sekarang iya Cuma bisa berharap keadilan memihaknya
‘’tidak semua yang terlihat adalah kebeneran, kadang ada kebaikan yang tersembunyi dari sebuah kejahatan, kita hanya bisa mengikuti jalannya waktu, karna waktu yang mampu mengungkapkan segalanya’’

Oleh : Ballen

Posting Komentar untuk "Perempuan Dirantai Kekerasan"