Pesan Ketua LD PBNU pada Pengurus MWCNU Pakong dan Pegantenan

Gus Aab saat menyampaikan taushiyah.

PEGANTENAN, Nahdlatul Ulama--Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin hadir sebagai penceramah dalam acara yang digelar secara kolaborasi oleh Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Pegantenan dan Pakong, Rabu (03/08).

Dalam acara yang digelar di Masjid Miftahul Khairat, Bulangan Branta, pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin tersebut mengimbau segenap warga yang hadir dan kepada Pengurus NU khususnya, agar membangun konsolidasi dengan seluruh warga NU tanpa terkecuali, demi kemandirian NU mengingat besarnya potensi warga NU.

"Konsolidasi NU dengan seluruh potensi yang dimiliki oleh keseluruhan warga Nahdlatul Ulama, betul-betul dihimpun secara cermat, menjadi suatu kekuatan ekonomi yang sangat dahsyat." Imbau beliau dalam acara bertajuk Peringatan Tahun Baru Islam 1444 H dan Santunan Anak Yatim tersebut.

Lebih lanjut beliau memberikan contoh secara teknis bagaimana konsolidasi tersebut dibangun. "I'anah as-syar'iyah digalakkan, di tiap-tiap ranting ada seribu warga NU, ada dua ribu warga NU, é sambhèngi bân nak-kanak IPNU, épétaé sombhângan, urunan, iuran sebagai tanggung jawabnya. Tolés urunnah saébu, tape mun ékentaré tak kéra abèrri' saébu."

Menjelang berakhirnya taushiah yang turut dikemas dengan menyantuni sebanyak 100 anak yatim itu, Kyai asal Jember tersebut kembali mengingatkan akan besarnya potensi warga NU agar tidak sia-sia.

"Tapé kénga'é potensi sé rajâ nika jangan hanya jadi buih di lautan, tapé betul-betul bisa jadi ombâ'."

Selain 1.400 lebih Nahdliyyin-Nahdliyyat yang hadir, turut hadir pula Wakil Rais Syuriah Pimpinan Cabang NU (PCNU) Pamekasan, KH. Ahmad Muzammil, Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, Wakil Katib PCNU Pamekasan, KH. Moh. Qoffal Ar-Razi, Rais Syuriah MWCNU Pegantena, K. Dafi’ Kholil, serta beberapa masyaikh dari kecamatan Pegantenan dan Pakong.

Posting Komentar untuk "Pesan Ketua LD PBNU pada Pengurus MWCNU Pakong dan Pegantenan"