Kiai Masduqi, Sosok di Lorong GOR Delta yang Disungkem Ketua PBNU
(Dok. Tangkap layar Youtube Masjid Besar Nurul Huda Official) KH Ahmad Masduqi Abdurrahman Al Hafidz saat memberikan ceramah dalam acara Rutinan Ngaji Ahad Wage di Masjid Nurul Huda Tanjunganom, Nganjuk, Ahad (23/1/2023).
SIDOARJO, Nahdlatul Ulama — Viral video beredar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mencium tangan salah seorang jemaah yang menggelar serban di Lorong Gelanggang Olahraga (GOR) Delta Sidoarjo jelang pelaksanaan Resepsi Puncak Satu Abad NU, Selasa (7/2/2023).
Setelah Gus Yahya—panggilan akrab Ketua PBNU—mencium tangan jemaah yang sudah sepuh tersebut, sempat terjadi percakapan di mana si jemaah menanyakan siapa sosok yang menghampiri dan mencium tangannya.
"Sinten? (Siapa? Red.)," tanya jemaah yang nampak sedang berzikir saat dihampiri Gus yahya.
"Yahya, Rembang," jawab Gus Yahya.
Jemaah dengan pakaian kemeja dan peci putih tersebut sempat terlihat kebingungan karena merasa tidak kenal dengan orang yang ada di hadapannya.
Tetapi sejenak kemudian, setelah staf Gus Yahya menyampaikan bahwa beliau adalah Ketua Umum PBNU, sosok sepuh tersebut terlihat menempelkan pipi kanan dan kirinya kepada Gus Yahya serta mengelus kedua pundak hingga lengan Pengasuh PP Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang tersebut.
"PB-nya NU? Masya Allah!" Seru jemaah sepuh tersebut.
Berdasarkan postingan akun Facebook Wafiyul Ahdi, Rabu (8/2/2023), diketahui kemudian bahwa sosok sepuh dalam video tersebut adalah KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, kiai yang dalam kesehariannya dihabiskan untuk mendaras dan menjaga Alquran.
"Di NU itu banyak ulama yang khumul, yang berperan di balik layar. Tidak banyak dikenal orang dan juga tidak kenal orang banyak. Tapi beliau-beliau itu menjadi jimatnya NU," tulis akun Wafiyul Ahdi.
Kiai dengan nama lengkap Ahmad Masduqi Abdurrahman Al Hafidz tersebut adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur'an (PPRTQ) Kecamatan Perak Kabupaten Jombang.
Melansir dari beritajatim.com, Kiai Masduqi merupakan sosok yang sederhana, yang dalam kesehariannya menerima setoran hafalan Alquran dari santri-santrinya yang kini berjumlah 400 orang.
Setiap Jumat pagi, kiai yang lahir pada zaman penjajahan Jepang ini memberikan pengajian tafsir Al Ibris di pesantren yang didirikannya pada tahun 1965.
Beliau belajar agama dari sang ayah, yakni KH Abdurrahman Bahri. Setelah itu belajar Alquran kepada Kiai Munawir Pedes Kecamatan Perak. Oleh Kiai Munawir, Masduqi kecil direkomendasikan untuk belajar kepada KH Dahlan Kholil, seorang ahli Alquran dari PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso Kecamatan Peterongan Jombang.
Setelah menimba ilmu di Rejoso, Masduqi muda kemudian nyantri ke pesantren Assaidiyah Sampang Madura yang waktu itu diasuh oleh RKH Mohammad Said Ismail. (*/ak)

Posting Komentar untuk "Kiai Masduqi, Sosok di Lorong GOR Delta yang Disungkem Ketua PBNU"