Ketua MWCNU Pakong Ikut Rujaan, Kami Tetap Jaga Etika Berorganisasi
(Dok. Media Center NU Pakong) Ketua MWCNU Pakong Zainul Waqud (tengah) duduk bersila di antara kader muda NU Pakong, Senin (13/2/2023)
Namun ada hal yang dirasa berbeda jika Ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU ikut bersila menikmati irisan nanas, mangga, kedondong dan lain-lain lalu dicolekkan pada sambal petis.
"Kalau diberi rating, 100 juta dari 10, di luar dugaan. Soalnya beliau Ketua MWC, saya pikir cuma mempersilahkan saja, ternyata ikut bersila juga dengan kita," ucap Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Pakong yang ikut rujaan, Azharotul Ulumiyah.
Momen itu terjadi ketika acara Kirab Pataka Satu Abad NU Pimpinan Cabang (PC) NU Pamekasan, tepatnya setelah penyerahan pataka dari MWCNU Pakong ke MWCNU Waru, Senin (13/2/2023).
Sepulang dari Waru, para rombongan kirab kembali ke titik kumpul pemberangkatan di Maja Cell yang terletak di depan Komando Rayon Militer (Koramil) Pakong.
"Sebenarnya saya tidak begitu suka rujaan, tapi kali ini karena bahagianya menyaksikan kader yang kompak, saya ikut rujaan," terang Ketua MWCNU Pakong Zainul Waqud kepada Media Center NU Pakong.
Beberapa kader yang ikut rujaan waktu itu turut memberikan komentarnya terkait momen yang mereka anggap langka tersebut.
"Beliau saya ibaratkan ketua santri yang ikut nimbrung dengan santri-santri lain. Saya salut dengan beliau yang walaupun Ketua MWC tidak berjarak dengan kami," puji peserta rujaan yang juga Pengurus PAC Ansor Pakong, Arif Rahman Hudaifi.
Tidak ketinggalan salah seorang Pengurus PAC Fatayat NU Pakong, Rifatul Hasanah yang ikut bergabung siang itu, juga memberikan komentarnya.
Menurutnya kehadiran Ketua MWC di tengah-tengah para kader bisa bermanfaat untuk menyelaraskan pandangan antara atasan dan bawahan.
"Dengan demikian Ketua akan lebih mengenal Banom (Badan Otonom) serta situasi yang ada seperti apa. Namun demikian, kami juga harus menjaga batasan-batasan dalam berorganisasi," pungkasnya. (*/ak).

Posting Komentar untuk "Ketua MWCNU Pakong Ikut Rujaan, Kami Tetap Jaga Etika Berorganisasi"