Hadiri Lailatul Ijtima Ranting NU Palalang, Kiai Ihyauddin Imbau Nahdliyin Tetap Dingin di Tahun Panas
Pada acara yang digelar di PP. Asral Ma'tsurin Palalang, Pakong tersebut, Kiai Ahya' mengimbau Nahdliyin agar tidak ikut-ikutan terseret panasnya tensi politik.
"Sekarang kita masuk tahun panasnya situasi, atau disebut juga tahun politik. Karena kurang dari satu tahun akan dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu)," papar Kiai Ahya' dalam ceramahnya, Senin (7/8/2023).
Tahun politik, lanjutnya memiliki nilai manfaat tapi juga ada mudaratnya, kebaikannya ada, tapi fitnahnya juga ada.
"Ada potensi benturan, ulama diadu dengan ulama, kiai diadu dengan kiai, ketua diadu dengan ketua, kiai dan habaib," tambahnya.
Oleh sebab itu, Pengasuh PP Miftahul Anwar, Pamoroh, Kadur tersebut mengimbau Nahdliyin agar jangan terlalu ikut campur dan tetap dingin.
"Jangan dengarkan, jangan ikut komen, biarkan mengalir seperti air. Terpenting tetap hormat dan takzim kepada siapapun yang layak dihormati dan ditakzimi," tegasnya.
Kiai Ahya' juga berpesan, agar jangan terlalu ikut menilai apalagi menghakimi para kiai.
"Jangan ikuti-kutan menilai perbedaan yang ada pada kiai soal pilihan politik, itu bukan tugas kita, yang perlu kita lakukan tetap noro' ulama (ikut ulama, red.), karena NU itu dalam bahasa Madura, Noro' Ulama" tutupnya. (*/ak)

Posting Komentar untuk "Hadiri Lailatul Ijtima Ranting NU Palalang, Kiai Ihyauddin Imbau Nahdliyin Tetap Dingin di Tahun Panas"